12 Tahun Menumpang di Ruko, Kini Jemaat GBI Rock Hill Punya Gedung Baru
(Peresmian bangunan baru GBI Rock Hill Tenggarong/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Setelah lebih dari satu dekade terhimpit ruang ruko, jemaat GBI Rock Hill kini memiliki gedung baru yang bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol perluasan peran gereja sebagai pusat pemberdayaan .
Peresmian gedung baru Gereja Bethel Indonesia
(GBI) Rock Hill yang terletak di Jalan Gunung Sentul, kelurahan Melayu,
Tenggarong pada Rabu (03/12/2025) membuka kembali diskusi tentang minimnya
ruang ibadah yang layak sekaligus pusat pemberdayaan jemaat di Kutai
Kartanegara.
Sebuah kebutuhan yang selama ini tertunda
karena keterbatasan fasilitas dan dukungan sumber daya.
Gedung tiga lantai itu kini menjadi contoh
bagaimana komunitas keagamaan di Kukar berupaya menjawab kebutuhan internal
secara mandiri. Dua lantai sudah dapat digunakan, sementara aula berkapasitas
800 orang masih menunggu penyelesaian.
Bagi sekitar 150 jemaat, keberadaan gedung ini
bukan hanya soal kenyamanan ibadah, tetapi juga ruang aktivitas sosial yang
selama ini sulit mereka lakukan.
Hal ini diungkupkan Gembala GBI Rock Hill,
Herman Prabowo. Menurutnya gedung tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan ruang
yang lebih besar untuk kegiatan pengembangan SDM, pembinaan jemaat, hingga
program pelayanan sosial yang sebelumnya terbatas karena kondisi ruko yang
sempit.
Ia menekankan bahwa seluruh pembangunan
merupakan hasil swadaya, mencerminkan kuatnya solidaritas internal jemaat.
“Kami bukan sekadar membangun tempat ibadah,
tetapi juga ruang untuk membangun SDM dan memperluas pelayanan sosial. Ini
kebutuhan yang sudah lama mendesak,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai
peresmian.
Pada peresmian itu turut dihadiri Bupati Kukar
Aulia Rahman Basri dan Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani. Pada kesempatan itu
keduanya menyoroti isu lain, yakni peran rumah ibadah yang semakin dituntut
menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan hanya tempat ibadah.
Diungkapkan Aulia pemerintah daerah menilai
gereja seperti GBI Rock Hill bisa menjadi mitra dalam peningkatan kualitas
manusia, terutama ketika sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan
akses pelatihan dan ruang komunitas.
“Rumah ibadah idealnya dapat menjadi pusat
edukasi dan penguatan SDM. Kebutuhan itu cukup besar di Kukar, dan semangat
seperti ini perlu diperluas,” terang Aulia.
Dengan dilakukannya peresmian gedung GBI Rock Hill memperlihatkan dinamika baru di Kukar pada saat fasilitas publik dan pemberdayaan masyarakat belum merata, komunitas keagamaan justru mengambil peran yang lebih aktif.
“Tentu kita berharap fasilitas baru ini bukan
hanya menguatkan kehidupan beragama, tetapi juga ikut menutup kesenjangan akses
pembinaan sosial dan pendidikan nonformal di tingkat lokal,” tuturnya.
Bagi jemaat GBI Rock Hill, gedung baru ini adalah awal, bukan akhir. Mereka masih harus memastikan fasilitas besar tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan, bukan sekadar bangunan megah yang jarang digunakan. (tan)